Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Saya ingin memberitahu Kepada pengunjung blog tentang bagaimana
caranya agar nilai rapor mata pelajaran di sekolah hasilnya baik dan bagus
sehingga syukur-syukur bisa menjadi juara kelas ? Ikuti 10 tips di bawah ini
yang didasarkan pada sebuah pengalaman nyata bertahun-tahun dari berbagai
sumber. Perlu untuk digaris-bawahi, tak dibutuhkan otak yang pintar atau jenius
untuk mendapatkan nilai yang bagus di sekolah ataupun untuk menjadi seorang
juara kelas. Seseorang yang kemampuan otaknya biasa-biasa saja akan bisa
memperoleh hasil yang bagus asalkan ia memiliki niat, kemauan, maupun sikap
yang tepat dalam mewujudkan ambisinya.
1. Senangi dulu pelajaran yang diharapkan nilainya bagus.
Tanpa
menyenangi pelajaran tersebut, maka hasil yang diperoleh melalui belajar tidak
akan maksimal. Paling tidak, jangan sampai membenci pelajarannya. Hal ini
karena akan tidak mungkin seseorang bisa betah lama-lama belajar materi suatu
mata pelajaran yang dibencinya, apalagi untuk memahaminya. Untuk menjadi
seorang juara kelas lebih besar lagi tuntutannya karena ia harus bisa
menyenangi hampir semua pelajaran di sekolah atau dengan kata lain tidak ada
membenci suatu jenis pelajaran.
2. Jangan
membenci guru mata pelajaran.
Jika sampai kita membenci suatu guru, maka
bagaimana mungkin hasil terbaik bisa diperoleh dalam memahami pelajaran yang
jelas-jelas diajarkan atau disampikan oleh guru tersebut ? Tidak begitu
menyukai barangkali tidak masalah, tapi jangan sampai membekas kebencian dan
ketidaksukaan tersebut di hati. Usahakan minimal bersikap netral jika memang
tak bisa menyukai seorang guru.
3.
Pasang tekad dan niat yang besar.
Untuk
mendapatkan hasil / nilai yang bagus, dengan tentunya menyiapkan diri untuk mau
dan mampu bersungguh-sungguh dan serius dalam dalam belajar, baik di sekolah
ketika jam mata pelajaran berlangsung ataupun ketika di luar jam pelajaran
sekolah (seperti di rumah, kursus, ketika belajar kelompok, perpustakaan, dan
sebagainya).
4.
Milikilah rasa ingin tahu yang besar.
Karena hanya
orang-orang yang memiliki rasa ingin tahu yang besar dalam banyak hal lah yang
akan selalu senang dalam belajar, dan selalu ingin mempelajari dan memahami
hal-hal baru dan banyak hal yang ia temui. Rasa ingin tahu yang besar juga bisa
menghilangkan rasa tak suka pada suatu materi pelajaran, atau rasa tak suka
pada suatu guru mata pelajaran.
5.
Manfaatkan
dengan maksimal jam pelajaran di sekolah.
Dengan
serius mendengarkan penjelasan guru sambil mencatat beberapa keterangan dan
informasi yang perlu sehingga bisa dibaca dan dipelajari ulang di lain waktu.
Konsentrasikan pikiran semata-mata hanya untuk mendengarkan guru tersebut.
Selain itu jangan hanya bersikap pasif hanya mendengarkan dan mencatat,tapi di
saat yang bersamaan gunakanlah pikiran anda untuk memahami, berpikir dan
bersikap kritis terhadap keterangan guru tersebut. Maka janganlah ragu untuk
bertanya seketika itu pada guru juga dengan terlebih dahulu mengangkat tangan.
6.
Teknik
mencatat ketika guru memberikan penjelasan.
Maka latihlah selalu kemampuan untuk menulis
sambil mendengarkan penjelasan. Ada orang yang bisa menulis dengan cepat nyaris
semua keterangan dari guru, tapi jika anda bisa menangkap hal-hal yang penting
dan perlu maka sebenarnya itu sudah cukup. Tak perlu khawatir tentang tulisan
yang berantakan dalam hal ini, karena yang paling penting adalah anda bisa
memahami penjelasan guru dan menulis hal-hal yang penting yang tentunya tulisan
tersebut masih bisa anda mengerti dan baca nantinya. Anda akan selalu bisa
merapikan kembali tulisan tersebut setelah jam pulang sekolah.
7. Berdoa
Jangan lupa selalu berdoa dan mendekatkan
diri pada Yang Maha Kuasauntuk diberi kemudahan dalam belajar, dan tercapai
cita-cita yang diharapkan.
8.
Kerjakan
semua tugas atau PR dari guru / sekolah dengan sebaik-baiknya.
Mengerjakan PR baik yang berupa menjawab
pertanyaan, menyelesaikan soal-soal yang diberikan, meringkas, dan sebagainya
juga membantu anda dalam memahami materi yang diajarkan, dan juga bisa
dijadikan sarana evaluasi diri sejauh mana pemahaman kita akan materi yang
telah diajarkan di sekolah.
9.
Jangan
pernah menyerah dan putus asa.
Hal-hal yang
belum dan susah dimengerti adalah hal yang wajar. Bahkan kehidupan itu sendiri
memang penuh dengan permasalahan. Sikapilah dengan bijak kesulitan yang anda
alami. Anda bisa bertanya pada guru, teman, atau mencari sumber referensi baik
dari buku maupun dari internet saat ini. Apalagi jika anda belajar dengan
teratur jauh-jauh hari sebelum ujian, maka masih ada banyak waktu yang tersedia
untuk mencari informasi dan bertanya. Jika anda terus berusaha tanpa putus asa,
hal yang susah dimengerti lama kelamaan akan bisa dipahami.
10. Menyangkut poin di atas, hal itu tak terlepas dari
kedisiplinan waktu.
Disiplin itu mutlak perlu untuk sebuah
kesuksesan hidup di bidang apa pun. Seorang pelajar yang baik tentunya harus
bisa mengatur jadwal kesehariannya dengan baik, dengan memilah hal-hal yang
penting dari yang tak penting, hal yang mendesak dan yang tak mendesak, dengan
berdasarkan pada tujuan yang ingin ia capai. Tentunya mengatur waktu juga tak
mengabaikan hal-hal dasar yang dibutuhkan manusia seperti waktu dengan
keluarga, dan melakukan kegiatan positif bersama teman-teman.
Catatan tambahan untuk menjadi seorang juara kelas : memiliki ambisi untuk mengalahkan teman yang lain dalam hal nilai pelajaran adalah sebuah hal yang bagus. Karena hanya dengan ambisi lah seseorang bisa memperoleh sesuatu yang besar. Akan tetapi ada hal yang jauh lebih bagus daripada ambisi untuk semata-mata mengalahkan orang lain, yakni ambisi untuk selalu melakukan hal terbaik yang kita bisa, ambisi untuk selalu menyempurnakan diri kita sendiri. Sebuah ambisi yang memfokuskan atau memberi target pada diri sendiri tanpa terlalu berpikir banyak menyangkut orang lain ini memiliki banyak kelebihan daripada ambisi sekedar mengalahkan orang lain, di antaranya adalah tidak menimbulkan rasa sakit hati dan iri pada orang lain yang kebetulan saat ini lebih sukses dari kita. Selain itu, hanya memfokuskan diri melihat orang lain hanya akan membuat badan dan pikiran capek, akibatnya daya tahan pun akan sebentar dan akan ada masanya ambisi menjadi juara itu akan menurun, sehingga kestabilan prestasi tak bisa dipertahankan. Sebaliknya, hanya fokus pada diri sendiri tanpa melihat orang lain dengan memberi target tertinggi pada diri pribadi dan selalu mengarah pada kesempurnaan diri dari waktu ke waktu (walau pastinya kesempurnaan tak akan pernah dicapai) akan menjadikan hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan, dan membuat anda selalu berada dalam level tertinggi dalam segala hal, termasuk menyangkut prestasi dalam kelas. Hal ini akan bertahan lama, kalau boleh diistilahkan : tak akan lekang oleh zaman dan tak akan lapuk oleh hujan. Prinsip seperti ini terbukti telah menjadikan seseorang (kisah nyata) berprestasi, mampu menjadi juara kelas, bahkan juara umum dalam jangka panjang semenjak sekolah dasar hingga perguruan tinggi dalam level tertinggi (selalu kelas unggulan, sekolah terbaik), walaupun di sekelilingnya banyak orang-orang yang lebih jenius. Orang seperti ini pun juga akan tetap disukai oleh semua teman-temannya karena ia akan tetap mau berbagi, dan tak akan khawatir jika orang lain mendapatkan hasil yang baik, semata-mata karena ia tak mau memikirkan kedudukan orang lain tapi memfokuskan diri pada peningkatan kemampuan diri dalam level terbaiknya.
Catatan tambahan untuk menjadi seorang juara kelas : memiliki ambisi untuk mengalahkan teman yang lain dalam hal nilai pelajaran adalah sebuah hal yang bagus. Karena hanya dengan ambisi lah seseorang bisa memperoleh sesuatu yang besar. Akan tetapi ada hal yang jauh lebih bagus daripada ambisi untuk semata-mata mengalahkan orang lain, yakni ambisi untuk selalu melakukan hal terbaik yang kita bisa, ambisi untuk selalu menyempurnakan diri kita sendiri. Sebuah ambisi yang memfokuskan atau memberi target pada diri sendiri tanpa terlalu berpikir banyak menyangkut orang lain ini memiliki banyak kelebihan daripada ambisi sekedar mengalahkan orang lain, di antaranya adalah tidak menimbulkan rasa sakit hati dan iri pada orang lain yang kebetulan saat ini lebih sukses dari kita. Selain itu, hanya memfokuskan diri melihat orang lain hanya akan membuat badan dan pikiran capek, akibatnya daya tahan pun akan sebentar dan akan ada masanya ambisi menjadi juara itu akan menurun, sehingga kestabilan prestasi tak bisa dipertahankan. Sebaliknya, hanya fokus pada diri sendiri tanpa melihat orang lain dengan memberi target tertinggi pada diri pribadi dan selalu mengarah pada kesempurnaan diri dari waktu ke waktu (walau pastinya kesempurnaan tak akan pernah dicapai) akan menjadikan hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan, dan membuat anda selalu berada dalam level tertinggi dalam segala hal, termasuk menyangkut prestasi dalam kelas. Hal ini akan bertahan lama, kalau boleh diistilahkan : tak akan lekang oleh zaman dan tak akan lapuk oleh hujan. Prinsip seperti ini terbukti telah menjadikan seseorang (kisah nyata) berprestasi, mampu menjadi juara kelas, bahkan juara umum dalam jangka panjang semenjak sekolah dasar hingga perguruan tinggi dalam level tertinggi (selalu kelas unggulan, sekolah terbaik), walaupun di sekelilingnya banyak orang-orang yang lebih jenius. Orang seperti ini pun juga akan tetap disukai oleh semua teman-temannya karena ia akan tetap mau berbagi, dan tak akan khawatir jika orang lain mendapatkan hasil yang baik, semata-mata karena ia tak mau memikirkan kedudukan orang lain tapi memfokuskan diri pada peningkatan kemampuan diri dalam level terbaiknya.

